SELAMAT DATANG DI PORTAL BERITA MEDIA ONLINE ┃ BORNEO24JAM.COM ┃ KAMI MENGABARKAN " DARI BORNEO UNTUK NUSANTARA " ┃ MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H - 2026 M ┃ MINAL 'AIDIN WAL-FAIZIN ┃ MOHON MAAF LAHIR & BATIN

HST Catat Rekor Penerima Revitalisasi Sekolah Terbanyak di Kalsel, Kadisdik: Dampaknya Langsung Terasa

borneo24jam
10 Feb 2026 17:22
2 menit membaca

BORNEO24JAM.COM,BARABAI – Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Revitalisasi Satuan Pendidikan yang digulirkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus membuktikan manfaat nyatanya di daerah. Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menjadi salah satu daerah yang merasakan langsung dampak positif program tersebut. Selasa (10/02/2026).

Apresiasi itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Muhammad Anhar, saat menghadiri Konsolidasi Nasional Pendidikan Tahun 2026 yang diikuti para kepala dinas pendidikan provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia.

Menurut Anhar, Pemkab HST menempatkan sektor pendidikan sebagai pilar utama pembangunan daerah. Di tengah keterbatasan fiskal, keberanian untuk menyajikan data pendidikan secara jujur dan akurat menjadi kunci agar kebijakan pusat bisa diterapkan secara tepat di daerah.

“Program prioritas Kemendikdasmen, yakni Revitalisasi Satuan Pendidikan, terbukti berbasis data dan langsung menyentuh kebutuhan warga sekolah,” ujarnya.

Ia menegaskan, dampak program tersebut tidak hanya terlihat dari berkurangnya jumlah sekolah rusak dan meningkatnya mutu layanan pendidikan, tetapi juga dari tumbuhnya kepercayaan masyarakat serta bergeraknya roda ekonomi lokal.

Pada tahun 2025, Kabupaten Hulu Sungai Tengah tercatat sebagai daerah dengan penerima revitalisasi satuan pendidikan terbanyak di Kalimantan Selatan. Sebanyak 55 satuan pendidikan telah rampung direvitalisasi dan siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, terdiri dari 8 PAUD, 21 SD, dan 26 SMP.

“Pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama. Hasil revitalisasi ini harus dirawat agar tercipta lingkungan belajar yang nyaman, aman, menyenangkan, dan bermakna bagi peserta didik,” tambahnya.

Lebih lanjut, Anhar menjelaskan bahwa skema swakelola dalam program revitalisasi juga membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proses pembangunan sekolah turut mendorong perputaran ekonomi daerah sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap satuan pendidikan.

Sejalan dengan itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemerintah daerah dan pemangku kepentingan yang telah mendukung pelaksanaan Revitalisasi Satuan Pendidikan.

Sepanjang tahun 2025, Kemendikdasmen berhasil merealisasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk menjangkau lebih dari 16 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

“Memasuki tahun 2026, kami berkomitmen melanjutkan dan memperluas program strategis, termasuk Revitalisasi Satuan Pendidikan hingga menjangkau 60 ribu penerima manfaat.

Dengan penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, kami optimistis kebijakan pendidikan akan semakin berdampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” tutup Menteri Mu’ti.(mask95).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2025 - Portal Berita Borneo24Jam.com |

PT. Adiguna Putra Mandiri

| All Rights Reserved