
Borneo24jam.com,BARABAI – Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menuntaskan rangkaian rapat koordinasi (rakor) penguatan peran Guru Wali dalam pembentukan karakter peserta didik. Kegiatan ini melibatkan total 517 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru, yang dibagi dalam lima angkatan.
Rakor penutup dilaksanakan pada Jumat (13/3/2026) di Aula Bapperida Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Wakil Bupati HST, Gusti Rosyadi Elmi, menegaskan bahwa peran Guru Wali sangat strategis dalam membentuk karakter murid. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pada pembinaan adab dan sopan santun yang berlandaskan nilai-nilai luhur.
“Karakter tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses yang konsisten dan berkelanjutan,” ujar Gusti Rosyadi Elmi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan HST, Muhammad Anhar, menjelaskan bahwa rakor tersebut digelar sebagai upaya memperkuat kesiapan generasi muda di daerah menghadapi tantangan modernisasi serta perkembangan era digital.
Ia menilai, saat ini dunia pendidikan sering dihadapkan pada fenomena menurunnya moral dan etika di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, keberadaan Guru Wali menjadi sangat penting dalam membangun ketangguhan karakter siswa.
“Peran Guru Wali sangat krusial dalam mendampingi siswa, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam pembinaan karakter,” jelasnya.
Setelah penutupan kegiatan, seluruh peserta diminta mengisi survei evaluasi. Langkah ini dilakukan agar Dinas Pendidikan dapat mengetahui berbagai masukan sebagai bahan perbaikan dan pengembangan program ke depan.
Pada rakor angkatan kelima tersebut turut diikuti kepala sekolah dan guru dari SMPN 9 HST, SMPN 26 SATAP, SMPN 27 HST, SMPN 30 SATAP, SMPN 31 SATAP, SMPN 33 SATAP, SMP IT Al Khair, serta SMP Islam Muhajirin. (mask95).
Tidak ada komentar