Bupati HST Samsul Rizal Tim Pembina dan Sekretariat Tim Pembina Posyandu Kabupaten HST Masa Bakti 2025–2030 Di Pendopo Bupati HSTBORNEO24JAM.COM – Pagi itu, suasana di wilayah Hulu Sungai Tengah (HST) terasa sedikit berbeda. Di sebuah Puskesmas, seorang ibu hamil duduk menunggu giliran pemeriksaan, ditemani kader Posyandu yang dengan ramah menanyakan kabarnya.
Di sudut lain, seorang balita ditimbang dengan penuh kehati-hatian, sementara sang ibu menyimak penjelasan tentang gizi dan tumbuh kembang anaknya. Aktivitas sederhana itu seolah menjadi potret kecil dari perubahan besar yang sedang digerakkan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah: menghadirkan pelayanan publik yang semakin tanggap, santun, dan profesional.
Pemerintah Kabupaten HST terus memantapkan komitmennya dalam mewujudkan pelayanan publik yang responsif, ramah, dan berstandar profesional. Pelayanan tidak lagi hanya diartikan sebagai kewajiban administratif semata, melainkan sebagai bentuk kehadiran negara di tengah kehidupan masyarakat. Warga tak sekadar dilayani, tetapi diajak untuk merasa dihargai, didengar, dan dilibatkan dalam proses pembangunan.
Di bawah kepemimpinan Bupati HST Samsul Rizal, arah pembangunan birokrasi difokuskan pada penguatan tata kelola profesional. Tema besar yang menjadi pedoman seluruh jajaran perangkat daerah adalah “Mewujudkan Pemerintahan yang Tanggap dan Santun dengan Tata Kelola Profesional.” Tema ini hidup dalam kebijakan, kegiatan, hingga cara aparatur menyapa masyarakat.
Tema tersebut tidak sekadar menjadi slogan seremonial yang terpampang di spanduk dan dokumen resmi. Ia menjadi kompas yang menuntun gerak langkah birokrasi menuju pelayanan yang semakin berkualitas sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap kinerja aparatur pemerintah daerah. Bagi Pemkab HST, kepercayaan publik bukan sesuatu yang bisa diminta, tetapi harus diperjuangkan melalui kerja nyata, konsistensi, dan keteladanan.

Pemkab Hulu Sungai Tengah Raih Penghargaan SPM Bidang Kesehatan Terbaik ke-2 se-Kalimantan Selatan Yang Diwakili Wakil Bupati HST Gusti Rosyandi Elmi.Lc
Komitmen itu tampak dalam momen yang sarat makna, yakni pada Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 Tahun 2025. Pada peringatan tersebut, Pemerintah Kabupaten HST memberikan penghargaan kepada para pegawai Puskesmas yang memasuki masa purna tugas. Acara itu menjadi ruang penghormatan, bukan hanya bagi individu, tetapi bagi semangat pengabdian yang telah mereka curahkan selama puluhan tahun.
Para tenaga kesehatan yang menerima penghargaan tersebut merupakan sosok-sosok yang telah melewati ribuan hari pelayanan: menyambut kelahiran bayi, mendampingi ibu hamil, menangani penyakit, hingga menjadi sandaran harapan di saat-saat kritis masyarakat. Penghargaan tersebut menjadi simbol penghormatan negara atas pengabdian mereka sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan.
Dalam kesempatan itu, Bupati HST Samsul Rizal menyampaikan bahwa pemerintah daerah harus selalu adaptif terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pelayanan publik tidak boleh berjalan di tempat. Ia harus tumbuh, menyesuaikan diri, dan menjawab tantangan zaman. Bupati menegaskan bahwa aparatur harus memiliki kepekaan sosial dan empati dalam setiap pelayanannya.
“Pelayanan yang baik bukan hanya soal prosedur yang cepat, tetapi juga tentang sikap yang ramah dan kepedulian yang tulus terhadap masyarakat,” tegasnya.
Langkah konkret lainnya diwujudkan melalui pengukuhan Tim Pembina dan Sekretariat Tim Pembina Posyandu Kabupaten HST Masa Bakti 2025–2030 yang dilaksanakan pada Senin (10/11/2025) di Pendopo Bupati HST. Acara ini menjadi penanda bahwa Posyandu kini ditempatkan sebagai garda terdepan pelayanan dasar masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati menjelaskan bahwa terbitnya Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 telah memperluas peran Posyandu. Kini Posyandu tidak lagi sebatas layanan kesehatan ibu dan anak, tetapi telah menjadi wadah pelayanan dasar masyarakat dalam enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Perubahan ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperluas jangkauan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Bupati menegaskan bahwa Posyandu adalah simpul penting dalam sistem pembangunan nasional, sekaligus lembaga yang paling dekat dengan realitas kehidupan masyarakat di akar rumput. Di sanalah persoalan gizi, kesehatan, pola asuh, hingga kesejahteraan keluarga dapat terdeteksi sejak dini.
“Posyandu kini tidak sekadar tempat menimbang balita, tetapi telah menjadi pusat layanan dasar yang menyentuh berbagai sisi kehidupan warga,” ujarnya.

Bupati HST Samsul Rizal Didampigi Wakil Bupati HST, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten HST, Menyerahkan Piagam Penghargaan Kepada ASN Yang Purna Tugas Pada Moment Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61 Tahun 2025
Bagi Pemkab HST, pengukuhan Tim Pembina Posyandu bukan sekadar seremoni formal. Momentum tersebut dimaknai sebagai penguatan komitmen lintas sektor untuk meningkatkan pembinaan, pendampingan, serta mendorong lahirnya inovasi layanan Posyandu di seluruh wilayah HST, mulai dari kecamatan hingga pelosok desa.
Seiring dengan arah kebijakan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah bergerak lebih teknis dan terstruktur. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dr. Hj. Desfi Delfiana Fahmi, M.M., menyampaikan bahwa strategi peningkatan responsivitas layanan kesehatan berfokus pada satu hal mendasar: membangun kepercayaan masyarakat.
Menurutnya, kepercayaan hanya dapat tumbuh jika kualitas pelayanan benar-benar dirasakan masyarakat. Karena itu, pihaknya terus meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan melalui berbagai pelatihan, serta memastikan fasilitas dan peralatan kesehatan tersedia secara memadai dan modern.
“Pelayanan yang profesional harus ditopang oleh SDM yang kompeten dan sarana yang memadai. Ketika masyarakat merasa aman dan nyaman, maka di situlah kepercayaan tumbuh,” jelasnya.
Dalam konteks transformasi Posyandu pasca terbitnya Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, Dinas Kesehatan HST menyiapkan berbagai bentuk dukungan dan pembinaan. Program sosialisasi terintegrasi lintas sektor dan lintas program terus digencarkan untuk memastikan seluruh elemen memahami konsep Transformasi Posyandu 6 SPM Bidang Kesehatan.
Penguatan kapasitas kader Posyandu dilakukan melalui pelatihan digital, sehingga kader mampu memanfaatkan teknologi dalam pencatatan dan pelaporan. Selain itu, para kader mendapatkan sosialisasi terkait 25 keterampilan dasar yang harus dikuasai sebagai standar pelayanan. Melalui Gerakan Aktifkan Posyandu, semangat pelayanan berbasis masyarakat kembali digelorakan hingga ke tingkat desa.

Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Hulu Sungai Tengah Ny. Deni Samsul Rizal Mendampingi Tim Penilai Porovinsi Kalimantan Selatan Di Posyandu Anggrek Desa Hili Banua Kecamatan Pandawan
Untuk menjaga mutu layanan, dilakukan asesmen terhadap 25 keterampilan dasar kader Posyandu Bidang Kesehatan. Langkah ini memastikan bahwa kompetensi kader terus terjaga dan berkembang sesuai kebutuhan masyarakat.
Pada aspek sarana, Dinas Kesehatan mendistribusikan Posyandu Kit berupa tensimeter, termometer, pita pengukur LILA, dan pita pengukur lemak perut ke 19 Puskesmas se-Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Bantuan ini tidak sekadar alat, tetapi simbol komitmen pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis komunitas.
Seluruh upaya tersebut diperkuat dengan bimbingan dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Posyandu dalam pelayanan satu siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, usia produktif, hingga lansia. Pendekatan life cycle ini memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang terabaikan dalam pelayanan kesehatan dasar.
Namun, di balik penghargaan terhadap para pegawai purna tugas, terdapat tantangan besar yang tak kalah penting: regenerasi sumber daya manusia kesehatan. Pemerintah Kabupaten HST menyadari bahwa kualitas pelayanan tidak boleh surut seiring berakhirnya masa tugas para senior di bidang kesehatan.
Untuk itu, Dinas Kesehatan berpedoman pada kebijakan Permenkes Nomor 13 Tahun 2025 Bagian Kesatu Pasal 17. Pengadaan tenaga medis dan tenaga kesehatan dilaksanakan berdasarkan perencanaan dan pendayagunaan yang matang. Perencanaan ini disusun dengan mempertimbangkan ketersediaan dan persebaran institusi pendidikan, keseimbangan antara kebutuhan pelayanan dan kemampuan produksi tenaga kesehatan, serta prioritas pembangunan kesehatan di daerah.
Pendayagunaan tenaga kesehatan juga diarahkan pada pemanfaatan lulusan institusi pendidikan untuk ditempatkan pada fasilitas pelayanan kesehatan yang paling membutuhkan. Langkah ini bertujuan memperkuat pemerataan layanan dan mengurangi kesenjangan antarwilayah.
Di level masyarakat, inovasi terus dikembangkan untuk memperkuat peran Posyandu sebagai simpul pelayanan dasar. Salah satu program unggulan adalah Lomba Cipta Menu PMT Posyandu yang menjadi agenda tahunan. Lomba ini mendorong kreativitas kader dan masyarakat dalam menyusun menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang sehat, bergizi, dan berbasis bahan pangan lokal.
Selain itu, pelaksanaan kegiatan untuk ibu hamil dan ibu balita di setiap Posyandu terus diperkuat. Posyandu menjadi ruang interaksi sosial yang hangat, tempat bertukar pengalaman, sekaligus pusat edukasi kesehatan keluarga.

Kegiatan Posyandu Anggrek Desa Hili Banua Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Inovasi yang paling menyentuh adalah program Turi Merah. Program ini mengedepankan peran aktif kader dalam melakukan deteksi dini terhadap risiko kehamilan. Dengan memberi tanda merah pada ibu hamil berisiko di Register Kohort Ibu, Kartu Ibu, dan Buku KIA, kader membantu menciptakan sistem peringatan dini yang sederhana namun efektif.
Di balik seluruh kebijakan, program, dan strategi tersebut, terdapat kisah-kisah kecil yang sering luput dari sorotan: seorang kader Posyandu berjalan kaki menyusuri jalan desa untuk mengingatkan jadwal layanan, bidan desa yang rela bekerja hingga larut malam demi memastikan keselamatan ibu melahirkan, hingga petugas Puskesmas yang tetap tersenyum meski lelah setelah seharian melayani.
Semua kisah itu berpadu menjadi mozaik besar tentang bagaimana Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah membangun wajah baru pelayanan publik. Wajah yang tidak lagi kaku dan berjarak, tetapi hangat, bersahabat, dan profesional.
Transformasi pelayanan publik di HST bukanlah perjalanan satu hari. Ia adalah proses panjang yang terus bertumbuh. Dari ruang pelayanan, dari Posyandu, dari Puskesmas, hingga ke meja kebijakan di tingkat kabupaten, semua bergerak dalam satu arah: memastikan negara benar-benar hadir untuk rakyat.
Melalui penguatan tata kelola profesional, peningkatan kualitas SDM, distribusi sarana, hingga penguatan Posyandu sebagai simpul layanan dasar, Pemerintah Kabupaten HST meneguhkan satu tekad: melayani bukan sebagai kewajiban semata, tetapi sebagai panggilan kemanusiaan.
Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, HST memilih untuk tetap berdiri pada nilai-nilai dasar pelayanan publik: tanggap, santun, dan profesional. Sebab, di situlah letak martabat pemerintahan yang sesungguhnya hadir, peduli, dan bekerja sepenuh hati untuk masyarakat.(mask95).
Tidak ada komentar